Showing posts with label Handoyo. Show all posts
Showing posts with label Handoyo. Show all posts

Sunday, December 7, 2008


Novel baru Lintas : HANTU GAMELAN

“GUNG! D’ GUNG...!! D’ GUUUUUUUNG...!!!”

Suara gamelan itu makin mendekat. Dentuman gong yang dipukul bertalu-talu, kempul yang dipukul nyaring, dan suara kendang yang menghentak, membuat jantung kami melonjak-lonjak seperti mau lompat keluar dari rongga dada.

Ketika menatap ke atas keranda mayat, aku melihatnya duduk di sana...

Wajahnya sangat mengerikan. Kulitnya hijau gelap, hidungnya hanya berupa lubang hitam menganga, dan mulutnya robek tak berbibir. Gigi-geliginya mencuat ke sana kemari sangat menjijikkan. Lalu ia melambaikan tangannya yang kurus tak berdaging ke arahku, memberi isyarat agar aku mengikutinya.

Aku terpaku kaget. Nyawaku seperti terbetot dan melayang ke luar dari dalam tubuhku.



Tuesday, October 7, 2008

MIRROR, MIRROR ON THE WALL


Nama penulis : Poppy D.Chusfani
Jenis : TeenLit – Roman Fantasi
Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan : September 2008

Setelah membaca berbagai judul roman remaja mulai dari terbitan GPU, GagasMedia, Grasindo, Pustaka Hijau, Terrant Books, dll—saya melihat ada perkembangan dimana novel roman remaja tak lagi hanya berkutat soal cinta melulu. Biarpun unsur roman masih jadi sajian utama, namun di beberapa novel mulai bergeser kearah lain, yaitu fantasi dan science fiction. Kebetulan banget sudah sejak lama saya juga berkeinginan membuat jenis cerita dengan thema yang sama.
Ada beberapa judul teenlit yang beraroma demikian, misalnya Lost in Teleporter (Tria Barmawi), D’Angel ( Luna Turasingu), The Legend of Madriva (Sitta Karina), Indigo Girl (terbitan Terrant Books, penulisnya lupa), Uttuki ( Clra Ng), dan yang akan saya bahas di sini adalah Mirror, Mirror On the Wall karya Poppy D.Chusfani.
Membaca karya ibu muda beranak satu yang mengaku sebagai Tolkien freak ini, seolah saya sedang menikmati film bikinan Hollywood. Plot-nya adalah: tokoh utamanya cewek yang gak gitu cantik, gak pinter, gak gaul, dan pastinya nggak pede. Muncullah pertolongan dari makhluk gaib (biasanya peri atau jin). Dia mulai berubah. Bisa memperoleh ketenaran, pinter, gaul, bisa merebut cowok impian; tapi akhirnya hancur berantakan karena makhluk gaib itu merongrongnya.
Begitulah memang sifat setan, manis di muka ternyata mematikan di akhirannya. Karin yang mempunyai kakak perempuan yang sempurna dan ayah kaya yang sibuk, selalu merasa underdog, gak pernah dianggep oleh siapapun juga. Tak sengaja dia nemu sebuah cermin antik di gudang rumahnya. Cermin itu berisi semacam jin peninggalan nenek moyangnya yang masih keturunan raja Banten.
Ketiga jin yang berujud nenek buyutnya itu membuat Karin jadi top. Dia bisa jadi penyanyi solo di paduan suara sekolah, bisa mendapatkan cowok idaman para cewek sekolahnya bernama Andree yang ganteng dan tajir abis, dipuji ayah dan kakak perempuannya yang selama ini nyuekin dia, dst dst...
Kemudian muncul dua ekor harimau jadi-jadian yang selama ini selalu mengawalnya secara diam-diam. Makhluk gaib yang muncul belakangan ini tak senang Karin sering masuk ke dalam cermin dan berada di dunia gaib, karena hal itu akan menyedot energinya dan memperlemah rohnya. Tapi Karin yang sudah merasa tergantung pada ketiga wanita penghuni cermin tak ambil perduli.
Bahkan nasehat sahabat karibnya sejak kecil bernama Shawn yang dipanggilnya sebagai bule dekil, juga tak digubrisnya. Salah satu jin wanita di dalam cermin yang bernama Nyi Rajadharma, seringkali diminta menyaru jadi dirinya untuk mewujudkan keinginan Karin. Belakangan ketahuan bahwa jin itu ternyata berniat busuk. Sayangnya sudah terlambat bagi Karin untuk menyesali keputusannya.
Dan begitulah akhirnya. Seperti tadi saya bilang, endingnya aja mirip banget dengan film bikinan Hollywood. Dua harimau jadi-jadian yang jauh dari kesan seram itu duduk di belakang mobil sambil melantunkan puisi, sementara Karin dan cowoknya (silakah tebak yang mana: Andree atau Shawn?) duduk di depan mobil dengan bahagia.
Sebagai hiburan, novel ini enak dibaca. Di sana-sini banyak joke-joke yang walau terasa sekali khas Hollywood, tapi bisa bikin kita tersenyum. Kedua harimau betina jadi-jadian yang bernama Cangra (yang serius dan suka menasehati) dan Wulung (yang cuek dan kocak) membuat suasana jadi hidup. Sayangnya penggambaran tokoh Nyi Rajadharma dan kedua saudaranya kurang digarap, jadinya tokoh antagonis ini kurang terasa menggigit.
Btw, layaklah cerita ini dijadikan hiburan di kala senggang, disaat kita lagi malas membaca novel serius macam karya Umberto Uco, John Grisham, Agatha Cristie dll.

Thursday, September 18, 2008

MY HEAVEN by Ratih

MY HEAVEN

By: Ratih
Genre : roman dewasa

Cerita diawali dengan kisah Lea, seorang gadis yatim piatu yang terpaksa menggelandang dan harus makan dari mengorek-ngorek sampah setelah ibunya meninggal. Nasibnya berubah ketika ia bertemu dengan Pak Yon, penjaga perpustakaan sekolah yang dulu pernah menampungnya bersama sang ibu.
Setelah sempat hidup bersama selama beberapa waktu, akhirnya untuk menghindari gunjingan para tetangga, mereka pun menikah walau beda usia mereka cukup jauh. Lea hidup bahagia.
Namun itu tak berlangsung lama, Pak Yon meninggal karena sakit.
Sebelum meninggal, ia memberikan sebuah surat kepada Lea untuk diserahkan kepada seseorang. Cerita pun berlanjut, Lea ditampung oleh dokter muda bernama Alan Tedjasukmana yang menerima surat permintaan dari Pak Yon tersebut. Dia adalah murid SMU yang dulu jadi teman baik Pak Yon sewaktu sekolah di SMU tempat Pak Yon bekerja.
Semula pembaca dibawa pada kemungkinan dimana dokter Alan akan menyunting Lea sebagai pendampingnya mengingat ia masih muda dan belum menikah. Namun kemudian muncul adik sang dokter yang tinggal di belakang rumah mereka. Sifat Lee, adik sang dokter, sangat bertolak belakang dengan kakaknya yang santun dan welas asih.
Kehidupannya sebagai pemain bola papan atas sangat glamour, dipenuhi selera hedonisme yang mengumbar kesenangan duniawi. Awalnya Lea tak suka dan bahkan takut pada Lee yang sering bersikap kasar dan semaunya, namun suatu waktu ia diminta Alan untuk merawat Lee yang sakit karena dia harus pergi ke luar kota.
Sikap Lea yang penyabar dan nerimo membuat Lee mulai menyukainya, dan bahkan tak mau Lea berada jauh darinya.
Setelah melalui lika-liku yang panjang, akhirnya mereka pun bersatu. Sayang nasib berkata lain, karena ternyata Lea menderita penyakit kanker.

Menurut saya ceritanya lumayan. Seperti umumnya novel roman, isi cerita dipenuhi dengan adegan percintaan yang mengharu-biru para pembaca. Gaya bercerita dan isi novel ini mengingatkan saya pada novel-novel karya Maria Sardjono, Agnes Jessica dan Sandra Brown.
Rumusannya adalah: tokoh utama pria dan wanita pada awalnya bermusuhan, saling benci; namun akhirnya menjadi bener-bener cinta. Faktor serba kebetulan juga menjadi ciri roman ini seperti halnya tayangan sinetron di televisi.
Meskipun demikian, untuk genre roman dewasa cerita ini cukup menarik—terutama penggambaran emosi para tokohnya yang mengharu-biru. Namun menjadi tugas berat bagi sang editor untuk memperbaiki tata bahasa dan cara penyusunan bab dari mulai pembukaan, bagian tengah dan ending, agar lebih menarik.

Note: Naskah cerita ini sudah dikirimkan ke Penerbit Lintas dan sedang dalam proses seleksi. Mudah-mudahan Pak Herman berkenan untuk menerbitkannya, sebab menurut saya cukup bagus dan layak diterbitkan meskipun perlu banyak editing agar lebih menarik dan nyaman dibaca.

Sunday, September 7, 2008

Harlequin Seri Nocturne : Raintree - Sang Penguasa Api


HARLEQUIN NOCTURNE—serial novel roman untuk wanita dewasa yang mengikuti arus okultisme dunia setelah dunia klenik merambah jagad perfilman, novel fantasi anak, dan komik: seperti kisah Harry Potter, Lord of The Ring, Golden Compass, Twilight, Chronicles of Narnia, Batman, X-Men, Hell Boy, Charmed, Heroes, dll.
__________________________________

RAINTREE : INFERNO
( Raintree I : Penguasa Api )
Nama penulis : Linda Howard
Nama Serial : Harlequin – Nocturne
Alih Bahasa : Anggranini Novitasari
Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan : Mei 2008

Alkisah, menurut Miss Linda Howard—penulis dongeng roman untuk kaum dewasa ( 17 tahun ke atas) ini, di dunianya orang Amrik sana ada dua keluarga yang memiliki kekuatan supra natural dan sangat berperan di percaturan dunia klenik.
Keluarga pertama yang memiliki karakter baik bernama klan Raintree. Pemimpinnya, atau rajanya—yang menurut istilah mereka disebut Dranir, bernama Dante Raintree.
Klan satunya, yang berkarakter jahat dan merupakan musuh bebuyutan klan pertama tadi, bernama klan Ansara. Pada pertempuran besar dua ratus tahun lalu, klan Ansara dapat dikalahkan oleh klan Raintree sehingga sebagian besar mati dan sisanya ngumpet.

Kisah dibuka dengan pertemuan antara Dante Raintree yang sehari-harinya mengelola sebuah kasino di Nevada—USA, dengan Lorna Clay. Wanita cantik berambut pirang api yang bersifat keras kepala dan kebetulan (juga) memiliki kemampuan supra natural, ditangkap dan diinterogasi oleh Dante karena menduga wanita itu telah main curang di kasino miliknya.
Saat interogasi tengah berlangsung di ruang kerja Dante, tiba-tiba api berkobar di kasino itu secara tak terkendali. Bahkan sang dranir yang memiliki kemampuan mengendalikan api pun tak sanggup mengatasinya.
Dengan heroik, sang dranir yang berwajah tampan eksotis dan bertubuh kokoh atletis itu berhasil mengamankan para pengunjung. Akibatnya ia dan Lorna terjebak dan tak bisa keluar dari kobaran api.
Namun akhirnya mereka berhasil lolos dari kepungan api setelah Dante mengerahkan seluruh kekuatannya dengan membuat perisai untuk melindungi mereka berdua.
Melihat adanya kesamaan waktu kejadian antara munculnya Lorna di kasino dan terjadinya kebakaran, Dante mencurigai wanita itu adalah penyebabnya. Dan kecurigaannya semakin membesar ketika mengetahui bahwa Lorna memiliki kemampuan supra natural berupa keahlian memprediksi angka, yang menyebabkan wanita itu selalu menang di kasinonya. Ia menduga bahwa Lorna adalah seorang Ansara!
Seperti halnya novel-novel seri Harlequin lainnya, kisah asmara menjadi ramuan utama cerita ini, sedangkan alur fantasi berupa pertempuran menggunakan tenaga supra natural hanya menjadi bumbu penyedap.
Bacalah adegan di mana Lorna─yang ditelanjangi secara paksa oleh Dante dalam upaya lelaki itu untuk mendapatkan tanda bulan sabit yang merupakan ciri klan Ansara─ternyata bukannya marah, namun malah terhanyut oleh ciuman panas sang dranir yang ganteng.
Terlepas dari ujud fisik Dante yang digambarkan sangat tampan, apa mungkin ada wanita begitu mudah berubah sikap setelah dirinya ditelanjangi secara paksa?
Dalam novel-novel seri Harlequin lainnya baik karya Linda Howard, Sandra Brown, Nora Robert, dan lain-lain—banyak ditemukan tokoh pria yang semula antagonis mendadak berubah jadi protagonis setelah membikin si tokoh wanita menyerah terbakar gairah asmara karena sikap sang pria yang agresif.
Gambaran bahwa kaum wanita mudah diperdaya oleh wajah tampan dan sikap romantis—dengan mengabaikan sifat kasar dan egois si tokoh pria, ternyata mampu membuai para (wanita?) penikmat serial Harlequin sehingga mereka tak pernah ketinggalan untuk mendapatkan serial selanjutnya. Itu sebabnya serial Harlequin selalu laris manis dan ditunggu para penggemarnya! ( Betapa pintarnya sang penerbit yang memproduksi serial novel dewasa terlaris ini.)

Dan rupanya masih belum puas dengan mengharu-biru para pembaca dengan kebiasaan sex bebas—kini muncul serial Harlequin Nocturne ( seperti kisah Raintree diatas), yang isinya berbau sihir, klenik, dan supranatural. Seolah-olah dunia okultis adalah wajar, normal, dan menjadi menu sehari-hari yang tak bisa dilepaskan dari kebutuhan hidup manusia (seperti halnya sex, yang sudah ditawarkan daam serial sebelumnya).

Menyimak apa yang tertulis dalam Kitab Wahyu, tanda-tanda akhir zaman sudah terlihat. Kini muncul nabi-nabi palsu—para pendeta yang memiliki kemampuan supranatural sebagai penyembuh (K.K.R), kebiasaan menyimpang seperti masa Sodom dan Gomorah sebelum dihancurkan—lihatlah sosok para artis, presenter, M.C., badut televisi; acara televisi yang mengetengahkan klenik, kekerasan, banyolan konyol tanpa sopan santun (Extravaganza, Tukul Show dll), serial kartun mistis—Avatar, Naruto, Death Note, dll.
Waktu bagi Setan untuk menyesatkan manusia semakin pendek, karena hari penghakiman akan segera tiba. Oleh karena itu iblis dengan segala cara, dengan membabi-buta, merasuki segala lapisan: para wanita pekerja, ibu rumah tangga (penggemar serial Harlequin), dan para generasi muda yaitu anak-anak dan remaja!
Dan sayangnya, dengan jujur saya akui, saya juga suka kisah-kisah okultis seperti itu karena sangat menarik, seru, dan merangsang kita untuk berfantasi ria.

Akhir kata, merujuk anjuran pemerintah: ‘Merokok itu berbahaya’, tapi produksi rokok tetap dihalalkan dan larangan merokok di tempat umum boleh dilanggar tanpa sanksi; maka saya juga ingin berpesan: Mari kita membaca, menulis, dan menikmati karya fiksi entah itu komik, novel, film—tak peduli itu berbau okultis atau tidak.
Yang penting nikmat, Bo! Toh setiap manusia memiliki kehendak bebas (free will).
Azab dan dosa silahkan ditanggung sendiri-sendiri. He he he...

SEKAPUR SIRIH

Sidang pembaca yang budiman,

Terinspirasi oleh blog pribadi milik Mr.FA Purawan yang secara tajam membedah novel-novel fantasi karya penulis Indonesia, maka kami berkeinginan mengikuti langkah beliau untuk mengapresiasi karya-karya fiksi, meski tidak terbatas hanya novel fantasi saja.
Tujuan kami adalah sekedar memberi pendapat pribadi sebagai penikmat karya fiksi, sekaligus juga menyajikan ringkasan cerita yang diharapkan akan menarik minat pengunjung blog kami untuk ikut membaca (: membeli / minjem ) buku tersebut.

Meskipun kami berempat (kebetulan) adalah penulis-penulis novel yang karya perdananya diterbitkan oleh Penerbit Lintas, namun sama sekali kami bukan menjadi bagian dari team promosi penerbit tersebut.
Kami bebas memberi komentar untuk karya dari penerbit manapun, namun tetap dengan adat kesopanan timur yang santun dan tak berkehendak membuat sang penulis jadi berkecil hati atau bahkan merasa sakit hati dengan pendapat kami.

Dalam buku “101 Hari Menulis & Menerbitkan Novel” karya R.Masri Sareb Putra, yaitu langkah pada Hari ke-44, dikutip komentar dari William Kennedy, pemenang Pulitzer Price: ”Jangan hiraukan komentar miring terhadap diri dan karya Anda. Cuek saja, sebab komentar yang miring akan melemahkan semangat Anda!”

Buat Anda sesama penikmat karya fiksi, kami undang untuk ikut urun rembug, ikut nimbrung—meramaikan dunia fiksi Indonesia. Sebab semakin banyak penikmat fiksi, maka akan lebih banyak karya fiksi yang akan diterbitkan. Dan mudah-mudahan dengan semakin gegap gempitanya dunia fiksi di Indonesia, kelak akan melahirkan penulis Indonesia yang merambah dunia fiksi internasional seperti JK Rowling, J.R.R.Tolkien, CS Lewis, Sandra Brown, Stephen King, dan sebagainya. Insya Allah.

Salam damai