Showing posts with label Rina. Show all posts
Showing posts with label Rina. Show all posts

Saturday, August 7, 2010

Lisa Kleypas - Romance author



Poppy Hathaway menyayangi keluarganya yang unik, meskipun ia merindukan kehidupan normal. Kemudian nasib menggiringnya bertemu dengan Harry Rutledge, pemilik dan pendiri hotel yang misterius, kaya, berkuasa, serta memiliki kehidupan rahasia dan penuh bahaya. Karena mereka tepergok sedang bermesraan, reputasi Poppy terancam. Ia mengejutkan semua orang dengan menerima lamaran Harry---tetapi ternyata hanya gairah yang diberikan lelaki itu, bukan rasa percayanya.

Harry bersedia melakukan apa pun demi Poppy---kecuali membuka hatinya. Selama hidupnya, pria itu tidak pernah mau dekat dengan siapa pun... namun Poppy bertekad menjadi istrinya dalam segala hal. Ketika cinta tumbuh menguat di antara mereka, musuh mengintai dari kegelapan. Jika Harry ingin Poppy tetap di sampingnya, ia harus memperjuangkan persatuan sejati dari tubuh dan jiwa, sekali dan untuk segalanya....


Bagus
Top
keren
:)
all in one
Briliant

Saya lagi suka banget sama Lisa Kleypas
Ini pengarang romance yang top banget
Dan salah satu bukunya, Tempt me at twilight sudah diterbitkan baru saja oleh GPU

Tidak hanya buku ini yang saya suka, tapi juga buku romance dia yang lain. Baik contemporer romance, maupun historical romance
Memang, saya sangat suka genre romance.
Dan saat ini, saya memang menulis novel romance
tapi saya sedang coba memadukannya dengan genre lain :)
semoga saja bisa

Dan Lisa Kleypas, ialah salah satu pengarang, yang darinya saya belajar cukup banyak
Tidak hanya romance biasa aja, tapi tetap, ada sesuatu yang more than just a usual romance
Kecuali tentu dengan pengarang favorit saya yang lain, Nicholas Sparks dan Sophie Kinsella
Itu juga top abis

Sebelum temp me at twilight ini, saya membaca buku Lisa Kleypas, dengan judul : smooth talking stranger, itu juga bagus
dan ini mau baca blue eyed devil

Coba deh, dibaca bukunya.
And you will see

Monday, November 3, 2008

Perspektif



Menanggapi tulisan Rien di postingan sebelumnya, bisa dibilang apa yang ditulis disitu memang benar!
Saya dan dia memiliki kesukaan yang berbeda terhadap genre novel dan cerita.

Kalau Rien lebih menyukai bahasa sastra, diskriptif yang jelas (Rien ini ialah satu penulis yang penggambaran lokasinya sangat jelas, tertata rapi, dan bisa dijadikan contoh bagaimana kita menggambarkan suatu tempat peristiwa dengan baik), maka saya lebih condong ke arah novel populer, dengan deskriptif yang sedikit, tapi emosi yang agak lebih banyak.
Saking banyaknya, kadang sampai menyalahi aturan yang ada, hehe.

Kalau Rien suka memasukkan hal yang tidak biasa, sedikit di luar jalur mainstream, maka saya kayaknya sih lebih lurus-lurus aja -=) .
Sampai Thee pernah berkomentar supaya saya berani untuk sedikit merubah warna novel saya, jangan merahhhh terus.
Nice advice, Thee. Lagi diusahain nih ;-)

Kalau Rien suka genre thriller ditektif, maka saya lebih suka romance.

Tapi lagi-lagi benar, kedua perbedaan itu tidak bisa dihilangkan.
Tapi bisa disatukan!

Dan akan lebih baik kalau kita bisa menyatukan perbedaan tersebut, sehingga karya yang kita hasilkan akan lebih sempurna.

Semakin saya banyak diskusi dengan mereka (Rien, Thee, Om Han, dan Odiee, my advisor), semakin juga saya diperkaya akan wawasan yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan.
Dan itu mendorong serta membantu saya dalam menghasilkan karya yang semoga, lebih baik dari sebelumnya.

Memasukkan hal-hal yang tidak pernah berani saya tulis sebelumnya.
Menulis tentang hal-hal yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya.
Mencoba membuat draft cerita dengan sudut pandang, karakter, konflik, dan deskripsi yang sebelumnya tidak pernah saya gali atau saya pikirkan.

Mengetahui bahwa menulis, selain sebagai relaksasi jiwa, juga bisa jadi proses belajar yang menyenangkan. Dan itu membuka view saya yang selama ini masih tertutup rapat.

That is a great adventure! =)
That is a wonderful journey!

Thanks Guys for all the support ;-)

Dan ini ada blog baru yang bagus. Kumpulan dari sekelompok editor yang ingin menularkan virus baca buat kita semua
Bisa jadi masukan yang berharga untuk kita.
Disana ada referensi buku bagus, ide-ide menulis, cara menulis yang baik, dll, dll.
Kudu kunjung buat kita-kita yang suka buku dan baca ;-)
klik virusbaca.blogspot.com

Wednesday, October 29, 2008

Zoom



Sekedar promosi, karena berkat Tuhan, Zoom sudah terbit ;-)

And here is the sneak peak...

Nana Lovari tidak pernah sadar, betapa beruntung hidupnya saat ini.
Ya, ya, dia memang punya atasan yang menyebalkan dan pacar yang bawelnya ampun-ampunan, tapi tetap saja ia beruntung
Dan ia baru sadar, betapa ia diberkati ketika ia bertemu dengan Agil, anak jalanan yang sudah terbiasa hidup oleh tempaan badai yang begitu keras.

Nana menghela nafas.
Gadis kecil yang berdiri disebelahnya menggigit bibir cemas.
Seandainya ada yang memotret mereka, mungkin ini akan jadi pemandangan yang sangat menggelikan.
Menggelikan setrip mengharukan.Betapa kesenjangan sosial terpotret jelas saat ini.
Dua orang perempuan dalam siluet langit malam, berdiri berdampingan.
Satu tinggi. Satu pendek.
Satu dewasa. Dan satu masih anak-anak.
Satu mengenakan pakaian perancang. Dan satu lagi?
Nana menghela nafas miris, gaun kumal yang dikenakan oleh… entah siapa namanya, jelas sudah tidak layak pakai.
Sudah kependekan, bolong pula disana sini.
Sepatu yang Nana kenakan, bernilai ratusan ribu rupiah!
Tapi alas kaki dari si kuncir dua ini, hanya sandal jepit usang. Sandal jepit yang kebesaran. Mungkin punya ayahnya, atau ibunya. Entahlah! Berwarna biru tua dan kumal...

Dan ketika Nana putus dengan pacarnya yang egois, ia menjalin hubungan khusus dengan Jay, kakak asuh agil, sekaligus cowok paling baik yang pernah ia temui dalam hidupnya
.

“Jadi, bagaimana jawabanmu Na?”
Mau. Mau. Mau.Tapi, Nana masih gengsi. Jadi dia masih berdiam diri dan menunduk.
“Kenapa sekarang Jay? Maksudku, bukankah kita baru kenal, satu bulan?”
“Kurang malah.”
“Empat kali ketemu?”
“Lima.” Jay tersenyum lagi mengulurkan tangan dan menggenggam jari Nana yang terasa dingin.
Dengan itu Jay berusaha menyalurkan kehangatan, kepastian dan… cinta.
“Lima Na, kalau yang ini kamu hitung juga. Tapi kamu belum menghitung segala macam percakapan dan SMS kita di ponsel. Ya kan?”
Jay menatap Nana dalam.Nana jadi tambah salah tingkah.
“Ingat, yang kita ngobrol sampai 4 jam? Belum lagi, berapa kali ritual malam ‘night phone call’ kita sampai makan waktu dua jam? Sungguh Na, itu cukup intensif, kalau kamu tanya pendapatku!”
“Itu beda Jay.”Nana menggeleng. “Apakah kita tidak terlalu terburu-buru? Aku tidak ingin kita menyesal Jay. Pacaranku yang pertama saja sudah aneh bin ajaib. Aku tidak ingin pacaranku berikutnya akan ada kejutan yang membuatku sport jantung. Atau bentakan-bentakan yang membuatku susah tidur. Atau...”
Nana terdiam menggigit bibirnya keras.
Masih ada yang terasa sakit setiap kali dia mengingat Hansney keparat itu.
“Aku jamin Nana, 100% warranty, tidak akan ada bentakan yang membuatmu sport jantung. Ataupun sulit tidur. Atau...”
Dan hati Nana langsung membeku, melumer pada saat yang bersamaan.Jay menggenggam tangannya erat.

Sampai satu peristiwa lain terjadi. Peristiwa yang mengancam pekerjaannya, nama baiknya, harga dirinya, dan juga membuatnya kehilangan Jay…

“Aku pasti datang Nana. Tapi tidak sekarang. Kalau saatnya tiba. Kalau waktunya tepat aku ak...”
“Apa sekarang bukan saat yang tepat?” tanya Nana hampir berteriak.
Rasa benci dan frustasi mulai menggumpal didadanya.
Segala rasa sakit hati yang sejak tadi dia rasakan, ketika masih di kantor, seakan menemukan tempat pelampiasan yang tepat.
Ya Tuhan. Kekasihnya dipecat, difitnah dan dihina.
Dan Jay masih bisa bilang, jika saatnya tiba? Terbuat dari apa hati Jay itu? Batu?
Dan tadi dia bilang, bersumpah akan membelanya?
“Kalau kamu yang dipecat, aku pasti langsung datang Jay.” Ucap Nana penuh kebencian. “Aku tidak akan bilang untuk menunggu saat yang tepat Jay.”
“Nana...”
“Kenapa kamu tidak mau datang?” teriak Nana.
Matanya menatap nanar. Penampilannya saat ini pasti sangat kacau.
Tapi Nana tidak perduli.
Hatinya sangat sakit.
Sanggupkah Nana bertahan?


ZOOM
Starring : Nana Lovari, Jay Adijaya, Hans Suryajaya, Shari, Anabel Anwar, Harjunadi Lovari, Megawati Lovari.

Pesan sponsor : Beli, beli, beli, yahhhhh! ;-)

for online buying, please click here

Sunday, October 19, 2008

Sang pemimpi


Buku kedua dari tetralogi Andrea Hirata, Laskar pelangi, yang filmnya udah main di bioskop, dan still gue belum baca bukunya ;-)

hehe, unlike orang lain mungkin, gue malah skip buku pertama dia, dan mulai dari sang pemimpi. Alasannya, karena menurut beberapa orang, sang pemimpi dan edensor (buku ketiganya) lebih bagus daripada laskar pelangi yang lebih 'nyastra'

And I found it so true, that this novel is gorgeous, great dan... apa lagi ya.
Pokoknya dari awal baca yang rada ogah-ogahan, hanya karena semua bilang buku ini bagus banget, dan turned out, gue nggak bisa lepas sampai buku ini selesai gue baca ;-)
Bersiap buat baca Laskar pelangi, dan baru Edensor (hihi, cara baca yang aneh. Jangan ditiru!)

Dan setelah selesai baca buku ini, gue sampai telpon satu teman gue yang kerja di PWC, kantor audit nomor 1 di Indo, dan teman gue itu salah satu manager utama tim yang ngaudit telkom di Bandung.
Gue tanya dia, pernah ketemu Andrea Hirata nggak.
Ternyata... nggak! ;-)
dia juga tanya2 orang disana. Tapi intinya, si Andrea ini susah ditemui kali ya.

Inti buku bercerita tentang, Ikal, Arai dan Jimbron (si penggila kuda)
Arai adalah sepupu Ikal.
Kedua orangtuanya meninggal, dan sebagai anak satu-satunya, dialah penerus generasi keluarga, karena itu dia dijuluki si “simpai keramat”.
Hidupnya tidak mudah, tapi dia lakukan semua dengan optimisme dan mimpi.
Sementara Jimbron yang lebih sederhana, tetap tinggal di kampung halaman mereka, bahagia dengan cara hidupnya sendiri.

Buku ini bercerita tentang berani bermimpi (seperti gue sitir dari kalimat Arai, hidup tanpa mimpi untuk mereka (=kalangan bawah) sama artinya dengan mati)
Dan sebenarnya, bukan hanya buat mereka. Tapi buat kita semua.

Melalu cerita ini, kita diajar untuk berani mimpi, dan berusaha sekuat tenaga buat mengejar cita-cita kita.

paragraf di halaman terakhir bilang, betapa indah Tuhan memeluk impian dan cita-cita mereka, dan mengabulkan tepat waktunya. Ketika Ikal melihat, bahwa nama university yang menerima dia dan Arai itu sama : universite de Paris, Sorbonne, Prancis.

Memang sih, di bagian awal selalu diceritain kalau mereka selalu bermimpi untuk menginjakkan kaki miskin mereka di Sorbonne.
And the dreams do come true, eventually, in God's time, God's plan.
What a man must do is try to do the best. And God will do the rest.

Hiks, baca ini gue sampai nangis sedikit.
Sorry ya, spoiler dikit. Tapi gue yakin, semua mungkin udah baca kali.

And finally, gue tahu, kenapa buku ini jadi best seller!

A must read book from Mr. Hirata.
Dan itu juga sebab kenapa gue bisa memahami, bagaimana dia bisa mendapat bea siswa ke Sorbonne dan UK ;-)

Wednesday, September 24, 2008

Shopaholic I - confession of a shopaholic


Paperback synopsis

Rebecca Bloomwood adalah seorang jurnalis.
Pekerjaannya menulis artikel tentang cara mengatur keuangan. Ia menghabiskan waktu luangnya dengan... berbelanja.

Terapi belanja adalah jawaban untuk semua masalahnya.
Namun belakangan Becky dikejar-kejar surat-surat tagihan. Ia tahu ia harus berhenti, namun ia tidak bisa melakukannya.
Ia mencoba mengurangi pengeluaran, mencoba memperbesar penghasilan, tapi tak ada yang berhasil.
Satu-satunya penghiburan adalah membeli sesuatu... sesuatu untuk dirinya sendiri.

Akhirnya sebuah kisah mengusik hatinya dan menggugah rasa tanggung jawabnya, dan artikelnya di halaman depan menggulirkan rangkaian kejadian yang akan mengubah hidupnya-selamanya



Gue suka banget buku ini. Sampai sekarang, udah terbit sampai seri ke-5
1. confession of a shopaholic
2. shopaholic abroad
3. shopaholic ties the knot
4. shopaholic and the sister
5. shopaholic and the baby

Ini seri chicklit tentang cewek yang bernama Becky Bloomwood, hidupnya sempurna, hanya aja... dia gila belanja.
Dia terjerat utang, dan terbenam dalam lautan overdraft yang dia tidak bisa lunasi, dan dikejar2 bank untuk melunasi pemakaiannya.

Gaya bahasanya ringan, lucu dan bisa bikin gue ngakak. Biarpun ketika udah masuk seri 4 dan 5, menurut gue udah nggak sebagus yang 1,2 dan 3.

Sophie Kinsella juga mengarang karya lepas, seperti can you keep a secret, good one! dan the undomestic goddess, good one too!

Karya terakhirnya, remember me, lagi dalam proses terjemahan ke Bahasa Indonesia.

And the latest news is....

Confession of shopaholic mau diangkat ke film, lagi dalam post production.
Diperankan sama artis Isla Fisher sebagai Becky Bloomwood, dan Hugh Dancy sebagai Luke Brandon.


Friday, September 19, 2008

Comment for my heaven - Ratih


Gue udah baca sekilas sih novel dari Ratih ini.

Kemarin gue dikirimin draft naskahnya via email.


Dan pendapat gue?


Mm, sama dengan pendapat om Han.

Good idea, dengan bahasa yang harus di touch supaya lebih menarik, lebih oke, lebih keren, dan lebih membuat pembaca untuk penasaran, apa yang ada di balik cerita itu!

Mungkin bagian awalnya naskah ini harus diperbaiki, karena kalau dilihat sepintas, jadi seperti kita baca dari tengah buku. Prolognya masih kurang jelas.


Hehehe, bukan maksud apa-apa ya. Soalnya gue sendiri pun lagi dalam taraf belajar, dan belajar. Jadi semua karya gue pandang sebagai pembelajaran. Dan gue suka untuk bisa tahu dan menarik pelajaran tentang apa yang bagus, dan tidak bagus dari sebuah cerita.


Seperti kata Rini, setiap naskah selalu ada jelek dan bagusnya. And that is sooo true!


Tapi selain itu, Ratih ini juga genre nulisnya mirip2 sama gue, roman gitu ya ;-)



Oke deh, good luck ya, semoga sukses selalu!

Wednesday, September 17, 2008

A simple notes



Rini, congratssssss berat buat novel 'Maroon'nya yang udah terbit. Semoga laris manis, ya ;-)

Duh, padahal kalau kamu mau posting Maroon disini, oke banget pasti. Secara bukunya udah terbit di toko buku, dan secara dari segi cover, editing, semua udah final.


Thanks juga lho, aku dikasih sinopsis novel siluet kamu dan Tyas, semoga cepet jadi buku ya. Judul, sinopsis, dan rangkaian sekilas cerita sih oke berat =)


Judul keduanya lagi dalam tahap penggarapan ya?


Tuesday, September 9, 2008

A very yuppy wedding - metropop book



The life of a business banker is 24/7. Bagi Andrea, banker muda yang tengah meniti tangga karier di salah satu bank terbesar di Indonesia, rasanya ada 8 hari dalam seminggu.
Power lunch, designer suit, golf di Bintan, dinner dengan nasabah, kunjungan ke proyek debitur, sampai tumpukan analisis feasibility calon nasabah, she eats them all.
Namun di usianya yang menginjak 29 tahun, Andrea mungkin harus mengubah prioritasnya, karena sekarang ada Adjie, the most eligible bachelor in banking yang akan segera menikahinya.

So she should be smiling, right? Not really.
Tidak di saat ia harus memilih antara jabatan baru dan pernikahan, menghadapi wedding planner yang demanding, calon mertua yang perfeksionis, target bank yang mencekik, dan ancaman denda 500 juta jika ia melanggar kontrak kerjanya.

Dan tidak ada Manolo Blahnik atau Zara atau Braun Buffel yang bisa memaksanya tersenyum di saat ia mulai mempertanyakan apakah semua pengorbanan karier yang telah ia berikan untuk Adjie tidak sia-sia, ketika ia menghadapi kenyataan bahwa tunangan sempurnanya mungkin berselingkuh dengan rekan kerjanya sendiri.

Welcome to the world of Andrea Siregar, the woman with the most rational job on the planet as she is making the most irrational decisions in her own personal life.

Penilaian gue? Keren lagi ;-)
Hehehe, kayaknya semua buku yang gue resensi di sini emang buku yang gue suka banget.

Oke, I know, seharusnya buku yang gue nggak suka pun harus di-resensi. Tapi sampai sekarang, belum ketemu yang benar-benar sreg buat gue bikin ulasannya.

Tapi tentang a very yuppy wedding itu, gue suka.
Sekali lagi, okelah, semua orang boleh bilang buku ini sinetron banget. Tokoh cowoknya keren and guanteng, dan tokoh ceweknya cantik dan tajir.
Mereka hidup dengan filosofi hedonisme, mengkonsumsi benda-benda yang tidak affordable dengan gaji mereka sebagai banker.
Tapi... so what?

Gaya penuturan Ika itu bagus banget. Mengalir lancar, lucu, menyentuh di bagian tertentu.
Gue bisa merasakan gaya sayang-sayangan mereka ketika pacaran, meskipun ya, benar lagi, sebagai seorang banker dewasa, masalah2 diantara mereka itu tidak layak tampil.
Most of them just a misunderstanding problem, jealousy thing, and any other simple things that should not be an obstacle in their way, considering both of them are middle twenty something aged, not a teenage anymore.

Tapi ya itulah cerita, dan itulah buku.

Menyitir kalimat salah satu teman baik gue, Odiee, cerita ini ialah satu buku with less conflict, but still, the most interesting one to be read.

So guys, enjoy!

Gue lagi nunggu 2nd booknya Ika, divortiare. Udah pesen dari Om Han, tapi masih belum balik ke cafe bukunya. Please inform ya Om.

Monday, September 8, 2008

XX - Metropop AR Arisandy


Aku tak sabar menunggu hari saat kita bisa menghabiskan pagi dengan melihat anak-anak kita tumbuh, dan menikmati senja dengan melihat matahari terbenam. XX.

Selama bertahun-tahun, Liana menerima SMS yang berisi pernyataan cinta dari seseorang yang hanya menyebut dirinya sebagai XX.

Liana tidak punya bayangan sedikit pun siapa orangnya yang setia memujanya demikian lama, sampai kemudian XX menyampaikan sesuatu yang hanya diketahui Liana dan sahabat-sahabatnya beserta suami-suami mereka.
Apakah XX ternyata salah satu dari suami-suami sahabat-sahabatnya itu?Lalu apa artinya XX? Mengapa dia tidak menyebut dirinya X kalau hanya tidak ingin menyebut namanya? Kenapa harus XX?Di antara banyak pertanyaan, hanya satu hal yang Liana yakini---XX pernah berada "satu frame" bersamanya di salah satu masa dalam hidupnya.
Liana harus menelusuri masa lalunya untuk menemukan pikiran sakit seseorang yang tak bisa berhenti mencinta
Kesimpulan : KEREN!!!
Gue suka banget.
Gue pinjam buku ini dari cafe bukunya Om Han, dan gue nggak berharap banyak untuk bisa baca cerita bagus dari buku ini.
Cuma karena sekarang gue lagi mau belajar ngarang romance, gue harus banyak baca buku romance, untuk bisa meng'improve' skill nulis gue.
And turned out, this novel is awesome.
Sebenarnya, gue bukan tipe orang yang 'into the physcological thing' banget.
Dan novel ini, ada sisi psikologi yang dibahas.
Bukan novel hilarious yang bisa mancing ketawa orang seperti trilogi Indiana, ataupun love hate hocus pocusnya Karla M Nashar.
Tapi novel ini berhasil menanamkan kesan dalam di hati gue.
Susah untuk menjelaskan cerita ini tanpa gue jadi spoiler. Dan berhubung ini blog banyak orang, gue nggak berani juga untuk jadi spoiler, nanti gue di-demo lagi. Hahaha :-)
Jadi, baca aja ceritanya ya...
Biarpun di awal-awal mungkin kita bisa nebak, siapa xx itu. Tapi tetap jadi suatu bacaan yang menarik, a very interesting journey to find out about the reason behind xx ini.
Dan ini jadi salah satu acuan yang baik buat yang suka bikin novel psikologis ;-)
See, gue lumayan belajar banyak dari buku ini.
Hehehe, this is just my humble opinion aja. Dan bisa aja salah.

Thursday, September 4, 2008

Coretan pertama

Nih, prakata singkat dari gue, heuhueheu...
Sekedar perkenalan, gue dan teman-teman pengarang, so far sih dari penerbit Lintas, tapi nggak tahu kalau nanti mereka-mereka dan gue juga, bisa berekspansi ke penerbit lain =)

Further more, apapun yang terjadi, kita akan selalu ingat sama penerbit ini. Penerbit yang mau mempercayai karya kita. Penerbit yang mau memberi kita kesempatan untuk berkarya bebas. Penerbit yang udah jadi mitra kita yang baik, untuk sama-sama maju, menerbitkan karya anak bangsa. Hehehe, kayak apaan aja.

Anyway, gue dan teman-teman pengarang yang lain mau bikin blog gabungan. Ide awalnya, datang dari Pak Han. Dan kita sepakat, mau coret-coret disini. Yah, coret-coret apa aja sih. Selama coretan kita itu berhubungan dengan dunia tulis menulis. Cerita tentang tulisan atau buku kita sendiri, tanya pendapat, ataupun coretan dan resensi tentang buku-buku yang lagi beredar.

Yah, itu dulu dari gue. Tulisan berikut, nyambung ya.

POsting pertama ini sekalian test, apakah blog ini sudah berjalan dengan baik, hehehe :)