Showing posts with label Roman Dewasa. Show all posts
Showing posts with label Roman Dewasa. Show all posts

Saturday, August 7, 2010

Lisa Kleypas - Romance author



Poppy Hathaway menyayangi keluarganya yang unik, meskipun ia merindukan kehidupan normal. Kemudian nasib menggiringnya bertemu dengan Harry Rutledge, pemilik dan pendiri hotel yang misterius, kaya, berkuasa, serta memiliki kehidupan rahasia dan penuh bahaya. Karena mereka tepergok sedang bermesraan, reputasi Poppy terancam. Ia mengejutkan semua orang dengan menerima lamaran Harry---tetapi ternyata hanya gairah yang diberikan lelaki itu, bukan rasa percayanya.

Harry bersedia melakukan apa pun demi Poppy---kecuali membuka hatinya. Selama hidupnya, pria itu tidak pernah mau dekat dengan siapa pun... namun Poppy bertekad menjadi istrinya dalam segala hal. Ketika cinta tumbuh menguat di antara mereka, musuh mengintai dari kegelapan. Jika Harry ingin Poppy tetap di sampingnya, ia harus memperjuangkan persatuan sejati dari tubuh dan jiwa, sekali dan untuk segalanya....


Bagus
Top
keren
:)
all in one
Briliant

Saya lagi suka banget sama Lisa Kleypas
Ini pengarang romance yang top banget
Dan salah satu bukunya, Tempt me at twilight sudah diterbitkan baru saja oleh GPU

Tidak hanya buku ini yang saya suka, tapi juga buku romance dia yang lain. Baik contemporer romance, maupun historical romance
Memang, saya sangat suka genre romance.
Dan saat ini, saya memang menulis novel romance
tapi saya sedang coba memadukannya dengan genre lain :)
semoga saja bisa

Dan Lisa Kleypas, ialah salah satu pengarang, yang darinya saya belajar cukup banyak
Tidak hanya romance biasa aja, tapi tetap, ada sesuatu yang more than just a usual romance
Kecuali tentu dengan pengarang favorit saya yang lain, Nicholas Sparks dan Sophie Kinsella
Itu juga top abis

Sebelum temp me at twilight ini, saya membaca buku Lisa Kleypas, dengan judul : smooth talking stranger, itu juga bagus
dan ini mau baca blue eyed devil

Coba deh, dibaca bukunya.
And you will see

Wednesday, October 29, 2008

Zoom



Sekedar promosi, karena berkat Tuhan, Zoom sudah terbit ;-)

And here is the sneak peak...

Nana Lovari tidak pernah sadar, betapa beruntung hidupnya saat ini.
Ya, ya, dia memang punya atasan yang menyebalkan dan pacar yang bawelnya ampun-ampunan, tapi tetap saja ia beruntung
Dan ia baru sadar, betapa ia diberkati ketika ia bertemu dengan Agil, anak jalanan yang sudah terbiasa hidup oleh tempaan badai yang begitu keras.

Nana menghela nafas.
Gadis kecil yang berdiri disebelahnya menggigit bibir cemas.
Seandainya ada yang memotret mereka, mungkin ini akan jadi pemandangan yang sangat menggelikan.
Menggelikan setrip mengharukan.Betapa kesenjangan sosial terpotret jelas saat ini.
Dua orang perempuan dalam siluet langit malam, berdiri berdampingan.
Satu tinggi. Satu pendek.
Satu dewasa. Dan satu masih anak-anak.
Satu mengenakan pakaian perancang. Dan satu lagi?
Nana menghela nafas miris, gaun kumal yang dikenakan oleh… entah siapa namanya, jelas sudah tidak layak pakai.
Sudah kependekan, bolong pula disana sini.
Sepatu yang Nana kenakan, bernilai ratusan ribu rupiah!
Tapi alas kaki dari si kuncir dua ini, hanya sandal jepit usang. Sandal jepit yang kebesaran. Mungkin punya ayahnya, atau ibunya. Entahlah! Berwarna biru tua dan kumal...

Dan ketika Nana putus dengan pacarnya yang egois, ia menjalin hubungan khusus dengan Jay, kakak asuh agil, sekaligus cowok paling baik yang pernah ia temui dalam hidupnya
.

“Jadi, bagaimana jawabanmu Na?”
Mau. Mau. Mau.Tapi, Nana masih gengsi. Jadi dia masih berdiam diri dan menunduk.
“Kenapa sekarang Jay? Maksudku, bukankah kita baru kenal, satu bulan?”
“Kurang malah.”
“Empat kali ketemu?”
“Lima.” Jay tersenyum lagi mengulurkan tangan dan menggenggam jari Nana yang terasa dingin.
Dengan itu Jay berusaha menyalurkan kehangatan, kepastian dan… cinta.
“Lima Na, kalau yang ini kamu hitung juga. Tapi kamu belum menghitung segala macam percakapan dan SMS kita di ponsel. Ya kan?”
Jay menatap Nana dalam.Nana jadi tambah salah tingkah.
“Ingat, yang kita ngobrol sampai 4 jam? Belum lagi, berapa kali ritual malam ‘night phone call’ kita sampai makan waktu dua jam? Sungguh Na, itu cukup intensif, kalau kamu tanya pendapatku!”
“Itu beda Jay.”Nana menggeleng. “Apakah kita tidak terlalu terburu-buru? Aku tidak ingin kita menyesal Jay. Pacaranku yang pertama saja sudah aneh bin ajaib. Aku tidak ingin pacaranku berikutnya akan ada kejutan yang membuatku sport jantung. Atau bentakan-bentakan yang membuatku susah tidur. Atau...”
Nana terdiam menggigit bibirnya keras.
Masih ada yang terasa sakit setiap kali dia mengingat Hansney keparat itu.
“Aku jamin Nana, 100% warranty, tidak akan ada bentakan yang membuatmu sport jantung. Ataupun sulit tidur. Atau...”
Dan hati Nana langsung membeku, melumer pada saat yang bersamaan.Jay menggenggam tangannya erat.

Sampai satu peristiwa lain terjadi. Peristiwa yang mengancam pekerjaannya, nama baiknya, harga dirinya, dan juga membuatnya kehilangan Jay…

“Aku pasti datang Nana. Tapi tidak sekarang. Kalau saatnya tiba. Kalau waktunya tepat aku ak...”
“Apa sekarang bukan saat yang tepat?” tanya Nana hampir berteriak.
Rasa benci dan frustasi mulai menggumpal didadanya.
Segala rasa sakit hati yang sejak tadi dia rasakan, ketika masih di kantor, seakan menemukan tempat pelampiasan yang tepat.
Ya Tuhan. Kekasihnya dipecat, difitnah dan dihina.
Dan Jay masih bisa bilang, jika saatnya tiba? Terbuat dari apa hati Jay itu? Batu?
Dan tadi dia bilang, bersumpah akan membelanya?
“Kalau kamu yang dipecat, aku pasti langsung datang Jay.” Ucap Nana penuh kebencian. “Aku tidak akan bilang untuk menunggu saat yang tepat Jay.”
“Nana...”
“Kenapa kamu tidak mau datang?” teriak Nana.
Matanya menatap nanar. Penampilannya saat ini pasti sangat kacau.
Tapi Nana tidak perduli.
Hatinya sangat sakit.
Sanggupkah Nana bertahan?


ZOOM
Starring : Nana Lovari, Jay Adijaya, Hans Suryajaya, Shari, Anabel Anwar, Harjunadi Lovari, Megawati Lovari.

Pesan sponsor : Beli, beli, beli, yahhhhh! ;-)

for online buying, please click here

Thursday, September 25, 2008

Compare to This!



Lelaki Terindah
-Andrei Aksana-

Resensi ini dikutip dari www.gramedia.com;
Lelaki Terindah adalah buku ke-4 dari Andrei Aksana. Penulis yang juga dikenal dengan julukan The Singing Author ini membongkar sebuah realita kehidupan percintaan yang menentang norma dalam masyarakat dan mengangkatnya menjadi sebuah cerita yang mengharukan.

Lelaki Terindah mengisahkan tentang kehidupan percintaan antara dua pria. Kisah cinta yang diawali tanpa sengaja. Seperti kata salah satu tokoh dalam novel tersebut 'Bukankan selalu ada awal yang baru?'

Rafky adalah sosok lelaki yang nyaris tanpa cacat. Tubuh yang atletis, wajah yang rupawan, dan kecerdasan yang di atas rata-rata. Ia adalah lelaki yang menarik perhatian hampir setiap orang. Sosok yang begitu memikat sampai satu hari seorang lelaki jatuh cinta padanya.

Pertemuannya dengan Valent di pesawat menuju Thailand tanpa sengaja merupakan awal dari kisah mereka. Valent yang tampan dan lembut menarik perhatian Rafky. Undangannya untuk tinggal bersamanya selama di Thailand diterima Rafky walau ia agak keberatan dengan gaya hidup Valent yang kelewat mewah.

Valent yang kehilangan ayah sejak kecil selalu merindukan sosok lelaki dewasa. Ia tahu sejak kecil ia selalu tertarik pada lelaki lain tetapi ia selalu menolak kehadiran perasaan itu. Tawaran ibunya untuk menikahinya dengan wanita pilihan ibunya ia terima dengan harapan ia bisa hidup normal seperti lelaki lain.

Tapi keberadaan Rafky di sisinya selama libutran di Thailand itu telah menjebol pertahanannya. Hingga satu hari mereka saling jatuh cinta.

Tapi dari halaman pertama hingga habis, adegan-adegan kemesraan dan percumbuan ternyata dilukiskan Andrei dengan bahasa yang halus dan indah. Bukan bahasa vulgar yang murahan, sehingga tidak ada kesan jijik pada setiap adegan yang disuguhkan.

Tidak hanya sekedar prosa, dalam novel ini, Andrei juga menyelipkan puisi-puisi yang merupakan lompatan-lompatan dari alam pikiran atau perasaan tokoh-tokohnya.

Lelaki terindah tidak hanya menceritakan perasaan-perasaan Rafky dan Valent yang notabene di sebut gay oleh masyarakat, tetapi juga perasaan-perasaan kecewa orang-orang yang berada di sekeliling mereka.

Membaca novel ini kita akan ditujukan pada sebuah kesadaran bahwa percintaan itu bersifat universal. Walau ada semacam kutipan 'Ketika cinta tak memilih jenis kelamin, Cinta pun menjadi terlarang'.

Aku mencintaimu, karena aku mencintaimu.
Tak perlu alasan lain...


Pertama kali gw putuskan buat beli buku ini... ehm... jujur aja, dari sampulnya dong... Heuheuheuhehehehe...
Pas gw baca, loh ternyata gay toh. Entah kenapa gw gak merasa jijik sama sekali, seperti yang sudah diresensikan dari Gramed sendiri. Gw gak JIJIK sama sekali, gw malah merasa sedih karena Rafky dan Valent gak bisa bersatu.
Semuanya dituturkan dalam bahasa yang indah, gw susah menjelaskannya, tapi menurut gw novel ini oke banget... Gw suka banget.
Bagaimana mungkin seseorang bisa menggambarkan percintaan sesama jenis [terutama antar laki-laki] menjadi begitu indah dan wajar saat dibaca?
Gw bahkan merasa kesal dengan ibunda Valent yang keras kepala, yang pada akhirnya malah membawa putra kesayangannya itu pada kematian, akibat kekeras kepalaannya.
Gw benci dengan sang ibu yang begitu protektif dan gak sensitif, dia menyayangi putranya berlebihan tapi justru beliau sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengan putranya?
Sampe berteriak gw bilang; nyesel lo sekarang anak lo mati?! Goblok banget sih...
Tapi ya... itulah kehidupan, gak semudah itu orang menerima kehadiran para kaum gay. Apalagi jika itu putranya sendiri. Bahkan kalo gw ada temen yang agak 'nyerempet' dikit aja gw masih jenggah kok... apalagi kalo ampe anggota keluarga sendiri ya kannn.... Jadilah faktor pemikiran ini yang membuat gw maklum dengan kekeras kepalaan ibunda Valent.
Tapi ibu Rafky... dia benar-benar orang yang sabar...

Gezzz... gw gak nyangka bakal nulis resensi novel ini di sini. Tapi ternyata ketulis juga, gw saranin baca deh... mau pake perasaan juga boleh... Gw baca ampe tiga kali dan gak jijik-jijik juga tuh... Pantas buat dibeli, kalo malu... ya pinjem juga gak apa...

OMG! I just know...


Tryst
-A Queer Love Story-

Mari kita membahas novel ini, ceritanya novel ini mendapat dua resensi dari dua orang yang cukup terkenal atau mungkin dikenal.

Rheam Juanianti, penulis novel 'Love in Prague' dan 'Celah Waktu';
"Jatuh cinta bisa dialami siapa saja. Setiap cerita yang dikemas menarik di novel ini bisa membuat kita penasaran dan senyum-senyum sendiri."

Imam Wibowo, Announcer dan Asst. Prog. Director 94.7 U-FM;
" Ati2 kalo bacanya pake perasaan. Even yang namanya cinta itu belum tentu indah & belum tentu yang kita bayangin."

Oke.... Start to the point.

Udah banyak novel yang menyangkut gay atau lesbian yang gw baca, pertama gw baca buku ini karena gw tertarik sama sub-judulnya yang berisikan; 'A Queer Love Story'. Kalimat pertama yang ada di kepala gw adalah; Wow! Mirip kayak Queer As Folk [serial TV mengenai dunia gay yang diproduksi oleh Showtime di Amerika]. Gw beli deh...
Halaman satu... astaga ini novel tulisannya kecil-kecil banget! Gak nyaman bacanya....
Halaman satu, mulai di tengah halaman... astaga... ini novel di edit gak ya??? Perasaan editor gw itu orangnya perfeksionis abis, bisa mati gw kalo berani nyodorin naskah kayak gini, jangankan naek cetak, dilirikpun tidak.
Halaman dua... oh... oke, setting luar negeri, dalam cerita mengenai Dracula. Gw masih berusaha membaca. Tapi lama kelamaan novel ini ngebuat gw pengen mencaci, secara gitu... gw tau banget gimana rasanya digembleng sama editor yang ternyata menjadikan naskah cerita gw jadi oke.
Halaman tiga.... arggghhhhh!!! God no!!! Bukan gw bermaksud untuk menjelekkan sang penulis, ada beberapa poin penulisan yang menurut gw oke... tapi tolong dong, kalo mau bikin cerita mengenai gay jangan dirusak. Buat seindah mungkin, yang menyentuh, jadi semua orang bisa baca. Karena menurut gw gak semua orang bisa menerima novel seperti ini, kecuali dibahas dan dijelaskan melalui sisi psikologis. Gw juga nulis cerita yang mengarah kesana, tapi gw berpikir gak kepengen buat orang jijik.
Mungkin penulis terlalu terbawa-bawa dengan nuansa Queer As Folk, sehingga bahasa yang dituturkan cenderung kasar dan kurang punya wibawa.
Kalo boleh usul dengan penulis atau para pembaca yang ingin membaca novel ini mending gw saranin buat baca yang lain dulu, misalnya Lelaki Terindah by Andrei Aksana, atau coba baca Maroon-Luka Sang Penulis by Rien [bukan bermaksud bela partner sendiri, tapi boleh dicompare...]
Saran yang lain; jika ingin mengambil pasar pembaca di Indonesia, tolong sesuaikan dengan watak dan adat orang Indonesia. Karena menurut gw... [no offense- kalo mau kritik novel gw juga boleh, kita di sini fair kok] novel ini kurang worth it buat dibaca, mending pinjem kalo emang mau tau or beli aja punya gw nih...

PS: Ini subjektif, karena gw cuma bisa kuat baca sampe beberapa lembar aja, selanjutnya gw udah nerka gimana endingnya dan bagaimana isinya, menurut gw seperti ini. Tapi mungkin ada pendapat yang laen... susah buat gw buat meneruskan baca novel ini, mending gw di suruh pake rok keliling Jakarta daripada baca novel ini.
Satu lagi yang menarik dari novel ini, penulis merekomendasi sebuah novel yang berjudul; A Picture of Dorian Gray [kalo gak salah, gw sempet dua kali baca penulisnya menuliskan resensi novel ini].
Trus, si penulis pastilah pecinta dunia vampir dan dracula [hampir mirip kayak gw], penyuka band Franz Ferdinand .

Pendek kata [bagi pecinta manga] --> Trsyt adalah sebuah Doujinshi dari karya apik Showtime yang berjudul ; Queer As Folk [God! I love you Michael!]

Wednesday, September 24, 2008

Shopaholic I - confession of a shopaholic


Paperback synopsis

Rebecca Bloomwood adalah seorang jurnalis.
Pekerjaannya menulis artikel tentang cara mengatur keuangan. Ia menghabiskan waktu luangnya dengan... berbelanja.

Terapi belanja adalah jawaban untuk semua masalahnya.
Namun belakangan Becky dikejar-kejar surat-surat tagihan. Ia tahu ia harus berhenti, namun ia tidak bisa melakukannya.
Ia mencoba mengurangi pengeluaran, mencoba memperbesar penghasilan, tapi tak ada yang berhasil.
Satu-satunya penghiburan adalah membeli sesuatu... sesuatu untuk dirinya sendiri.

Akhirnya sebuah kisah mengusik hatinya dan menggugah rasa tanggung jawabnya, dan artikelnya di halaman depan menggulirkan rangkaian kejadian yang akan mengubah hidupnya-selamanya



Gue suka banget buku ini. Sampai sekarang, udah terbit sampai seri ke-5
1. confession of a shopaholic
2. shopaholic abroad
3. shopaholic ties the knot
4. shopaholic and the sister
5. shopaholic and the baby

Ini seri chicklit tentang cewek yang bernama Becky Bloomwood, hidupnya sempurna, hanya aja... dia gila belanja.
Dia terjerat utang, dan terbenam dalam lautan overdraft yang dia tidak bisa lunasi, dan dikejar2 bank untuk melunasi pemakaiannya.

Gaya bahasanya ringan, lucu dan bisa bikin gue ngakak. Biarpun ketika udah masuk seri 4 dan 5, menurut gue udah nggak sebagus yang 1,2 dan 3.

Sophie Kinsella juga mengarang karya lepas, seperti can you keep a secret, good one! dan the undomestic goddess, good one too!

Karya terakhirnya, remember me, lagi dalam proses terjemahan ke Bahasa Indonesia.

And the latest news is....

Confession of shopaholic mau diangkat ke film, lagi dalam post production.
Diperankan sama artis Isla Fisher sebagai Becky Bloomwood, dan Hugh Dancy sebagai Luke Brandon.


Thursday, September 18, 2008

MY HEAVEN by Ratih

MY HEAVEN

By: Ratih
Genre : roman dewasa

Cerita diawali dengan kisah Lea, seorang gadis yatim piatu yang terpaksa menggelandang dan harus makan dari mengorek-ngorek sampah setelah ibunya meninggal. Nasibnya berubah ketika ia bertemu dengan Pak Yon, penjaga perpustakaan sekolah yang dulu pernah menampungnya bersama sang ibu.
Setelah sempat hidup bersama selama beberapa waktu, akhirnya untuk menghindari gunjingan para tetangga, mereka pun menikah walau beda usia mereka cukup jauh. Lea hidup bahagia.
Namun itu tak berlangsung lama, Pak Yon meninggal karena sakit.
Sebelum meninggal, ia memberikan sebuah surat kepada Lea untuk diserahkan kepada seseorang. Cerita pun berlanjut, Lea ditampung oleh dokter muda bernama Alan Tedjasukmana yang menerima surat permintaan dari Pak Yon tersebut. Dia adalah murid SMU yang dulu jadi teman baik Pak Yon sewaktu sekolah di SMU tempat Pak Yon bekerja.
Semula pembaca dibawa pada kemungkinan dimana dokter Alan akan menyunting Lea sebagai pendampingnya mengingat ia masih muda dan belum menikah. Namun kemudian muncul adik sang dokter yang tinggal di belakang rumah mereka. Sifat Lee, adik sang dokter, sangat bertolak belakang dengan kakaknya yang santun dan welas asih.
Kehidupannya sebagai pemain bola papan atas sangat glamour, dipenuhi selera hedonisme yang mengumbar kesenangan duniawi. Awalnya Lea tak suka dan bahkan takut pada Lee yang sering bersikap kasar dan semaunya, namun suatu waktu ia diminta Alan untuk merawat Lee yang sakit karena dia harus pergi ke luar kota.
Sikap Lea yang penyabar dan nerimo membuat Lee mulai menyukainya, dan bahkan tak mau Lea berada jauh darinya.
Setelah melalui lika-liku yang panjang, akhirnya mereka pun bersatu. Sayang nasib berkata lain, karena ternyata Lea menderita penyakit kanker.

Menurut saya ceritanya lumayan. Seperti umumnya novel roman, isi cerita dipenuhi dengan adegan percintaan yang mengharu-biru para pembaca. Gaya bercerita dan isi novel ini mengingatkan saya pada novel-novel karya Maria Sardjono, Agnes Jessica dan Sandra Brown.
Rumusannya adalah: tokoh utama pria dan wanita pada awalnya bermusuhan, saling benci; namun akhirnya menjadi bener-bener cinta. Faktor serba kebetulan juga menjadi ciri roman ini seperti halnya tayangan sinetron di televisi.
Meskipun demikian, untuk genre roman dewasa cerita ini cukup menarik—terutama penggambaran emosi para tokohnya yang mengharu-biru. Namun menjadi tugas berat bagi sang editor untuk memperbaiki tata bahasa dan cara penyusunan bab dari mulai pembukaan, bagian tengah dan ending, agar lebih menarik.

Note: Naskah cerita ini sudah dikirimkan ke Penerbit Lintas dan sedang dalam proses seleksi. Mudah-mudahan Pak Herman berkenan untuk menerbitkannya, sebab menurut saya cukup bagus dan layak diterbitkan meskipun perlu banyak editing agar lebih menarik dan nyaman dibaca.

Tuesday, September 9, 2008

A very yuppy wedding - metropop book



The life of a business banker is 24/7. Bagi Andrea, banker muda yang tengah meniti tangga karier di salah satu bank terbesar di Indonesia, rasanya ada 8 hari dalam seminggu.
Power lunch, designer suit, golf di Bintan, dinner dengan nasabah, kunjungan ke proyek debitur, sampai tumpukan analisis feasibility calon nasabah, she eats them all.
Namun di usianya yang menginjak 29 tahun, Andrea mungkin harus mengubah prioritasnya, karena sekarang ada Adjie, the most eligible bachelor in banking yang akan segera menikahinya.

So she should be smiling, right? Not really.
Tidak di saat ia harus memilih antara jabatan baru dan pernikahan, menghadapi wedding planner yang demanding, calon mertua yang perfeksionis, target bank yang mencekik, dan ancaman denda 500 juta jika ia melanggar kontrak kerjanya.

Dan tidak ada Manolo Blahnik atau Zara atau Braun Buffel yang bisa memaksanya tersenyum di saat ia mulai mempertanyakan apakah semua pengorbanan karier yang telah ia berikan untuk Adjie tidak sia-sia, ketika ia menghadapi kenyataan bahwa tunangan sempurnanya mungkin berselingkuh dengan rekan kerjanya sendiri.

Welcome to the world of Andrea Siregar, the woman with the most rational job on the planet as she is making the most irrational decisions in her own personal life.

Penilaian gue? Keren lagi ;-)
Hehehe, kayaknya semua buku yang gue resensi di sini emang buku yang gue suka banget.

Oke, I know, seharusnya buku yang gue nggak suka pun harus di-resensi. Tapi sampai sekarang, belum ketemu yang benar-benar sreg buat gue bikin ulasannya.

Tapi tentang a very yuppy wedding itu, gue suka.
Sekali lagi, okelah, semua orang boleh bilang buku ini sinetron banget. Tokoh cowoknya keren and guanteng, dan tokoh ceweknya cantik dan tajir.
Mereka hidup dengan filosofi hedonisme, mengkonsumsi benda-benda yang tidak affordable dengan gaji mereka sebagai banker.
Tapi... so what?

Gaya penuturan Ika itu bagus banget. Mengalir lancar, lucu, menyentuh di bagian tertentu.
Gue bisa merasakan gaya sayang-sayangan mereka ketika pacaran, meskipun ya, benar lagi, sebagai seorang banker dewasa, masalah2 diantara mereka itu tidak layak tampil.
Most of them just a misunderstanding problem, jealousy thing, and any other simple things that should not be an obstacle in their way, considering both of them are middle twenty something aged, not a teenage anymore.

Tapi ya itulah cerita, dan itulah buku.

Menyitir kalimat salah satu teman baik gue, Odiee, cerita ini ialah satu buku with less conflict, but still, the most interesting one to be read.

So guys, enjoy!

Gue lagi nunggu 2nd booknya Ika, divortiare. Udah pesen dari Om Han, tapi masih belum balik ke cafe bukunya. Please inform ya Om.

Monday, September 8, 2008

XX - Metropop AR Arisandy


Aku tak sabar menunggu hari saat kita bisa menghabiskan pagi dengan melihat anak-anak kita tumbuh, dan menikmati senja dengan melihat matahari terbenam. XX.

Selama bertahun-tahun, Liana menerima SMS yang berisi pernyataan cinta dari seseorang yang hanya menyebut dirinya sebagai XX.

Liana tidak punya bayangan sedikit pun siapa orangnya yang setia memujanya demikian lama, sampai kemudian XX menyampaikan sesuatu yang hanya diketahui Liana dan sahabat-sahabatnya beserta suami-suami mereka.
Apakah XX ternyata salah satu dari suami-suami sahabat-sahabatnya itu?Lalu apa artinya XX? Mengapa dia tidak menyebut dirinya X kalau hanya tidak ingin menyebut namanya? Kenapa harus XX?Di antara banyak pertanyaan, hanya satu hal yang Liana yakini---XX pernah berada "satu frame" bersamanya di salah satu masa dalam hidupnya.
Liana harus menelusuri masa lalunya untuk menemukan pikiran sakit seseorang yang tak bisa berhenti mencinta
Kesimpulan : KEREN!!!
Gue suka banget.
Gue pinjam buku ini dari cafe bukunya Om Han, dan gue nggak berharap banyak untuk bisa baca cerita bagus dari buku ini.
Cuma karena sekarang gue lagi mau belajar ngarang romance, gue harus banyak baca buku romance, untuk bisa meng'improve' skill nulis gue.
And turned out, this novel is awesome.
Sebenarnya, gue bukan tipe orang yang 'into the physcological thing' banget.
Dan novel ini, ada sisi psikologi yang dibahas.
Bukan novel hilarious yang bisa mancing ketawa orang seperti trilogi Indiana, ataupun love hate hocus pocusnya Karla M Nashar.
Tapi novel ini berhasil menanamkan kesan dalam di hati gue.
Susah untuk menjelaskan cerita ini tanpa gue jadi spoiler. Dan berhubung ini blog banyak orang, gue nggak berani juga untuk jadi spoiler, nanti gue di-demo lagi. Hahaha :-)
Jadi, baca aja ceritanya ya...
Biarpun di awal-awal mungkin kita bisa nebak, siapa xx itu. Tapi tetap jadi suatu bacaan yang menarik, a very interesting journey to find out about the reason behind xx ini.
Dan ini jadi salah satu acuan yang baik buat yang suka bikin novel psikologis ;-)
See, gue lumayan belajar banyak dari buku ini.
Hehehe, this is just my humble opinion aja. Dan bisa aja salah.